LAMPUNG7NEWS

Pesawaran | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD-II) Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kabupaten Pesawaran Yusuf Ramadhan menilai kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesawaran terkesan mati suri, padahal diketahui KNPI adalah sebagai wadah atau tempat bernaungnya Organisasi-organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Pesawaran.

“KNPI Pesawaran bagaikan ayam kehilangan induk alias mati suri, padahal diketahui KNPI adalah sebagai tempat bernaungnya Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Pesawaran,” ucap Yusuf Ramadhan kepada media, Rabu (4/9/2019).

Ketua DPD II GPN Pesawaran yang akrab disapa Putra itu menjelaskan, kevakuman pengurusan KNPI Pesawaran disebabkan karena manajemen organisasi yang dikelola tidak sesuai dengan peran organisasi tersebut, sehingga perlu untuk dievaluasi pengurusnya agar KNPI bisa kembali tampil sebagai organisasi yang mampu mandiri dan memiliki karya dari semua aspek.

“Kevakuman ini disebabkan karena kurangnya manajerial yang baik serta kepemimpinan dalam menjaga komunikasi baik secara internal pengurus maupun secara eksternal, sehingga pemuda dan unsur OKP yang tergabung dalam KNPI hanya sebagai pelengkap struktur organisasi namun tidak ada peran yang dikerjakan,” jelasnya.

KNPI secara kelembagaan, lanjut Putra yang juga dikenal sebagai Pimpinan Redaksi Media Konkritnews, adalah mitra pemerintah daerah maka seharusnya KNPI bisa membantu pemerintah dalam upaya pengembangan kepemudaan.

“KNPI ini mitra Pemerintah dan mendapat bantuan dana dari Pemerintah, seharusnya KNPI bisa membantu pemerintah dalam upaya pengembangan kepemudaan,” ungkapnya.

Menurut Putra, sudah seharusnya kepengurusan KNPI Kabupaten Pesawaran dievaluasi sehingga ada penyegaran dalam tubuh KNPI kedepan. DPD II GPN Pesawaran mendesak Pengurus KNPI Pesawaran segera menggelar MUSDA atau jika tidak mampu, diharap kepda KNPI Provinsi Lampung agar segera menunjuk caretaker sehingga roda organisasi bisa berjalan dengan baik.

“Kedepan, kepengurusan KNPI sebaiknya jangan diisi oleh unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pejabat Pemerintah atau Pejabat Publik, tapi harus dari unsur pemuda yang Kompeten dan Produktif sehingga dapat menjalankan roda organisasi KNPI yang mampu melahirkan gagasan baru demi kemajuan Kabupaten Pesawaran kedepan,” pungkasnya. | Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *