LAMPUNG7NEWS

Metro | Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gebernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung luncurkan Program Lampung Mengaji yang akan diterapkan di sekolah dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK.

Program ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023 dan juga misi gubernur dan wakil gubernur Lampung 2019-2024.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menuturkan, “Saya ingin membangkitkan ekonomi kerakyatan Lampung. Namun, apa artinya jika ekonomi bagus, manusianya sejahtera, tapi rendah moralnya. Untuk itu, bersama wakil gubernur menjadikan program Lampung Mengaji sebagai program unggulan,” ungkapnya, Selasa (27/08/2019).

Arinal mengungkapkan, Lampung mengaji nantinya akan membentuk menusia terutama bagi generasi muda yang bernilai agamis dan dapat meningkatkan moral untuk mendukung program pembangunan Lampung Berjaya.

Sejalan dengan hal tersebut Sulpakar selaku Kepala Disdikbud mengatakan jika pencanangan program Lampung Mengaji ini agar memberikan pemahaman terhadap agama meningkat.

Adapun, tujuan dan sasaran Program Lampung Mengaji yakni untuk mengembalikan budaya gemar mengaji di masyarakat Lampung melalui kegiatan pembelajaran di sekolah, di rumah, dan di masyarakat, sesuai dengan tri pusat pendidikan.

Program tersebut dapat membebaskan masyarakat Lampung dari buta aksara Alquran. Membimbing peserta didik agar mampu mengaji Alquran dengan lancar sesuai makhroj dan tajwidnya.

Ia juga menambahkan  program tersebut akan membimbing peserta didik agar memiliki hafalan minimal 20 surat pendek bagi siswa reguler. Sedangkan, peserta didik ekstra kurikuler tahfidz agar memiliki hafalan minimal 1 juz.

“Yang penting program tersebut, dapat menumbuhkan gerakan membaca Alquran, baik secara individu maupun bersama-sama, membentuk keperibadian berdasarkan Alquran dan mencegah kerusakan akhlak dan moral siswa dan pendidik,” ungkapnya.

“Kami atas nama Kepala SMAN 3 Metro sangat mendukung penuh program Gerakan Lampung Mengaji yang digagas Pak Gubernur Arinal, yakni pelaksanaan tadarus selama 10″ sebelum kbm dimulai dan setiap pelajaran Agama Islam dimulai dengan mengaji dikelas tersebut. Selain itu untuk yg beragama lain 10″ sebelum dimulai mereka diberikan kesempatan berdoa bersama sesuai agama nya masing diruang yg telah ditentukan. Hal ini sudah dibudayakan sejak th.2002. maka dapat diharapkankan siswa siswi kedepan akan semakin bermoral, dan berahklak mulia, apa lagi seperti sekarang ini di era tekhnologi, maka pendidikan ahlaq itu sangat penting, sesuai visi sekolah “Berakhlak mulia, Berilmu dan Berprestasi”. | arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *