Puskesmas pembantu Pasiran Jaya realisasikan pemeriksaan IVA dan Sadanis.
Puskesmas pembantu Pasiran Jaya realisasikan pemeriksaan IVA dan Sadanis.

Tulang Bawang | Puskesmas Pembantu  Pasir Mukti Pasiran Jaya Tulang Bawang laksanakan kegiatan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam ( IVA ) dan Sadanis, oleh Tenaga Kesehatan dari Puskesmas induk Pasiran Jaya secara gratis, rabu (23/11/2016).

Baca juga : Puskesmas Pasiran Jaya Gencar Sosialisasikan Inspeksi Visual Asam (IVA)

Dipimpin Kepala Puskesmas Nengah Suwile dan dr. Rusti yang sekaligus penanggungjawab program,  menjaring ibu-ibu kampung Pasiran Jaya dan melakukan pemerikasaan IVA dan Sadanis.

“Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan pemberian asam asetat. Setelah dilihat posisinya, leher rahim di pulas dengan asam asetat 3-5%, selama 1 menit. Kemudian Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun,” jelas dr Rusti.

Ia menambahkan skrening yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup memiliki dampak yang signifikan.

Ibu-Ibu warga Pasiran Jaya lakukan pemeriksaan IVA dan Sadanis.
Ibu-Ibu warga Pasiran Jaya lakukan pemeriksaan IVA dan Sadanis.

Sedang Bidan Maya dalam penjelasannya mengatakan Sadanis atau periksa payudara klinis adalah pemeriksaan pada payudara oleh tenaga kesehatan terlatih. Dan Sadanis akan dilakukan sebelum wanita melakukan pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker leher rahim.

“Sebelum periksa IVA, biasanya bidan atau dokter akan melakukan sadanis, jadi pasien di periksa dulu payudaranya, diraba untuk di lihat apakah ada benjolan atau apa,” ucap Maya.

Ditambahkannya, memang idealnya deteksi dini kanker payudara dengan mammografi, namun layaknya dengan sadanis jika ada benjolan di payudara maka bisa ditindaklanjuti, kemudian dokter atau bidan merujuk pasien. Karena di lakukan bebarengan dengan IVA maka Sadanis umumnya dilakukan setahun sekali.

Sementara Kepala Puskesmas Nengah Suwile menyampaikan terkait kesadaran untuk deteksi dini di masyarakat memang masih kurang, karena berbagai faktor termasuk malu dan merasa enggak apa-apa.

“Karena merasa enggak ada gejala, padahal deteksi dini itu penting. Dan kemarin kami laksanakan di Bratasena Mandiri dan di Pasiran, kemudian telah dijadwalkan untuk Pendowo Asri dan Adi Warna,”pungkas Nengah Suwile.

Ekky L7News / Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *