Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung

Ramadhan Nurpambudi |  Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung
Ramadhan Nurpambudi | Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung

Angin kencang melanda sebagian besar wilayah di Lampung pada hari sabtu kemarin. Fenomena ini terjadi didasari akibat perubahan pola angin menjadi baratan yang sebelumnya masih timuran. Akibatnya angin di Samudera Hindia di bagian barat Sumatera mengalami peningkatan kecepatan yang cukup signifikan. Kondisi ini wajar terjadi di awal musim hujan dan berlangsung dalam waktu yang tidak lama.

Dari analisis angin gradien, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Lampung bagian selatan dan timur dengan kecepatan 15-20 kt (8-10 m/s). Analisis angin ketinggian 10 meter dari permukaan laut kecepatan angin 10-15 kt berada di wilayah Lampung bagian selatan dan barat. Angin bergerak dari arah barat Lampung menuju ke Lampung bagian timur melalui Lampung bagian selatan.

Untuk analisa angin lapisan atas dimulai dari lapisan 850mb kecepatan angin berkisar 20-34 kt (10-18 m/s) bergerak secara laminer dari barat ke timur. Analisa lapisan 700mb kecepatan angin berkisar 20-40 kt (10-20 m/s) pergerakan juga dari arah barat menuju timur. Kondisi ini bertahan sampai esok hari dan akan mengalami perubahan setelahnya.

Dampak dari angin kencang yang terjadi juga meningkatkan naiknya gelombang muka laut hingga 1,5 meter. Wilayah Lampung yang terkena naiknya gelombang ini adalah Perairan di sebelah barat Pesisir Barat, di selatan Tanggamus hingga Lampung Selatan, dan sebelah timur Lampung Timur.

Angin kencang terjadi di Lampung saat ini bukan berasal dari awan Cumulunimbus sehingga skalanya lebih luas. Jika angin kencang yang dihasilkan dari awan Cumulunimbus skalanya sangat lokal (5-10 km) dengan durasi yang sangat singkat namun cukup merusak. Angin kencang dari awan Cumulunimbus umumnya akan diiukti oleh turunnya hujan.

Tekanan udara pada wilayah yang dilalui angin kencang akan lebih tinggi dari wilayah lainnya sehingga angin akan menyebar ke segala arah, berbeda dengan angin kencang pada saat ada awan Cumulunimbus tekanan udara disekitarnya akan turun drastis sehingga menyebakan angin akan berkumpul dan menyebabkan momentum angin yang berputar (puting beliung).

Fenomena angin kencang yang terjadi sekarang umum terjadi pada saat masa transisi perubahan pola angin regional. Antisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangin kerimbunan pohon-pohon di lingkungan kita agar tidak rubuh. Perlu diwaspadai pada saat angin kencang terjadi agar menjauh dari pohon-pohon serta papan-papan reklame sebab walaupun singkat angin bertiup sangat kencang mampu menumbangkan pepohonan. Angin kencang ini terjadi pada siang hingga sore hari dapat dirasakan berbeda-beda di wilayah Lampung. Masyarakat yang tinggal tidak jauh dari pesisir pantai dapat dengan jelas merasakan angin kencang yang terjadi. | red

| Oleh : Ramadhan Nurpambudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *