LAMPUNG7NEWS Tanggamus | Pembangunan rabat beton dengan volume 200 meter di Pekon Betung, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus Tahun 2019 terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat setempat.

Indikasi asal jadi pembangunan rabat beton Tahun 2019 tersebut terlihat saat Awak Media melakukan kontrol sosial di Pekon Betung dan terlihat sudah mulai ada kerusakan dibeberapa titik.

Menurut masyarakat Pekon Betung yang tidak ingin namanya disebutkan, pembangunan ini dibangun tahun 2019 dengan pencairan dana termin Ke 2, dan baru 2 bulan di bangun sudah mulai terlihat kerusakan diberbagai titik, ungkapnya.

“Dari awal pembangunan jalan rabat beton ini sudah tidak beres dan kami tunggu saat Surat Pertanggungjawaban (SPj) di akhir tahun nanti, kami mau tahu di terima atau tidak, karena dari awal sudah pernah kami tegur dengan maksud supaya di perbaiki sebelum di serah terimakan,” ujarnya.

“Sebentar lagi Pejabat (Pj) Kepala Pekon Betung ini (Diana Novita) pergi ke Kota Agung, jadi kami sebagai Masyarakat Pekon Betung yang sengsara. Mas kan bisa lihat sendiri bangunannya seperti ini, pecah-pecah, dan juga belum memuaskan,” tandasnya.

Terpisah Tokoh Masyarakat Pekon Betung Hamdan mengatakan, “Memang benar pembangunan rabat beton tersebut terdapat banyaknya kerusakan, padahal baru 1 bulan lebih di bangun tapi sudah seperti itu terkesan asal jadi,” imbuhnya.

Sementara disisi lain masyarakat Pekon Betung Nasirwan saat di komfirmasi awak media mengatakan, “Saya mewakili masyarakat Pekon Betung, bahwa pembangunan jalan rabat beton ini masyarakat belum bisa menerima, karena belum sesuai dengan harapan masyarakat, karna baru selesai tetapi seperti ini dan sudah rusak,” pungkasnya.

Disayangkan, saat awak media akan mengkonfirmasi terkait keluhan masyarakat dan indikasi pembangunan jalan rabat beton terkesan asal jadi tersebut, Pejabat (Pj) Kepala Pekon Betung Diana Novita sedang tidak ada di kantor, dan hingga Berita ini diturunkan awak media belum berhasil menghimpun keterangan dari yang bersangkutan. | Khoiri/Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *