Tanggal 25 November 2016 adalah hari guru nasional. Karena itu di tengah kesibukan duniawi, ada baiknya sejenak mengambil nafas. Lalu, melihat kondisi SD Swasta (SDS) Kuala Sidang, sekolah terpencil yang kian rapuh di Mesuji. Potret buram pendidikan yang digambarkan Ernawati, guru relawan yang sudah belasan tahun mengabdi di sana. Fakta menyayat hati yang menginspirasi Fajar membuat gerakan donasi lewat novel: Maafkan Aku, Kuala Mesuji

[espro-slider id=24629]

Pendidikan, Mesuji | Namun Ernawati yang dalam setiap mimpinya kerap membayangkan anak-anak didiknya bisa mendapat fasilitas seperti siswa sekolah pada umumnya. Maka tidak berlebihan rasanya jika Erna (sapaan akrabnya) berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat lebih memperhatikan nasib mereka.

Sebagai Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak Jolanda Kalonta yang pernah sukses memperjuangkan hak pendidikan anak ketika berada di Lapas Blitar yang dialami SMKN Winongan Pasuruan, Jolanda merasa terketuk hatinya.

Tanpa berfikir panjang, Jolanda mengirim perwakilan Komnas Anak, Zandre Badak selaku Media Center Komnas Anak untuk meninjau medan lokasi di wilayah Kabupaten Mesuji tersebut. jika memungkinkan dirinya bersama Ketua Umum Komnas Anak akan turun. Namun jika tidak memungkinkan medannya, cukup ia yang siap terjun sendiri dengan membawa bantuan sekedarnya dari Komnas Anak sebagai rasa peduli yang mendalam.

“Saya secara pribadi dan atas nama Komnas Anak  sangat prihatin dan miris melihat kondisi anak-anakku di Mesuji dalam kondisi tempat pendidikannya tak layak. Dan saya ingin mengangkat kondisi ini secara Nasional! Ketidakadilan anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan Yang layak!!,” ujar Jolanda dengan nada marah saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya.

Dimana mata hati pemerintah setempat, Lanjut Kak Jo (sapaan Jolanda) anak-anak ini butuh sarana dan kualitas pendidikan yang baik, bahkan banyak anak-anak yang mundur untuk tidak  bersekolah!!!

“Entah itu sekolah swasta atau sekolah negeri harusnya tidak diperdebatkan tapi harus diberi perhatian pemerintah setempat, menurut saya ini sangat serius dan perlu komitmen dari setiap lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mesuji, Yoga Pratama mengaku pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Sebab menurutnya terhadap kondisi SDS Kuala Sidang berada di perbatasan Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji yang hingga kini belum ada kepastian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung maupun pusat.

Wilayah itu ia sebut abu-abu karena secara administratif, berdasarkan Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009 masuk wilayah Tulang Bawang. Namun secara historis masyarakatnya adalah warga Mesuji yang ingin masuk Kabupaten Mesuji.

Namun demikian, ia meyakinkan bahwa pihaknya tidak lantas menutup mata. Selama ini Yoga menyatakan pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan kepada SDS Kuala Sidang berupa pakaian dan alat untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM) Tapi untuk pembangunan gedung harus melalui proses.

“Apalagi sekolah itu adalah swasta. Harus ada proposal yang diajukan. Tapi sampai sekarang kita belum menerima proposalnya,” kata Yoga.

Kini Erna bersama Relawan yang dikomandoi musisi Kim Commanders sedang menggaet para peduli kondisi pendidikan SD yang berada di ujung Kabupaten Mesuji tersebut semoga selain Komnas Anak banyak dari pihak lain yang akan membantu. | red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *