Gunung Sugih | Lampung Tengah jadi tuan rumah pelaksanaan Kemah Dongeng Nasional ke 23, yang berlangsung dari tanggal 29 – 31 Maret 2019, di Taman Hotel Lee Yukum Jaya Gunung Sugih.

Pada kesempatan tersebut hadir Ketua Dongeng Nasional Awam Prakoso, peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Bunda Paud Kabupaten Lampung Ellya Lusiana Loekman sekaligus membuka Kemah Dongeng Nasional KE 23.

Dikatakan dalam Sambutannya Bunda Paud Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan selaku tuan Rumah pelaksanaan Kemah Dongeng terlaksana bersama Kampung Dongeng Indonesia, dalam rangka memberikan pembekalan kepada peserta, baik pengajar PAUD/TK/SD/TPA/ Pelajar/Mahasiswa/ Ortu/aktivis anak, atau siapa saja yang berkecimpung di dunia anak untuk belajar Teknik Bercerita dan metode pengajaran yang menyenangkan secara penuh serta sejuk dan penuh kekeluargaan.

“Ditunjuknya Kabupaten Lampung Tengah sebagai tuan rumah pada pelaksanaan kemah Dongeng Nasional ini merupakan suatu kebanggan tersendiri, karena baru kali inilah kabupaten Lampung Tengah mendapat giliran kemah dongeng nasinal ini,” ujar Ellya Lusiana Loekman.

Lebih lanjut, Bunda Paud Ellya kepada peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengucapkan selamat datang di kabupaten Lampung Tengah, dan mengucapkan teima kasih kepada Ketua Dongeng Nasional yang telah menunjuk kabupaten lampung Tengah sebagai tuan rumah.

Selain itu Bunda Paud Lampung Tengah Ellya Lusiana Loekman dalam kesempatan tersebut juga mengatakan Pendidikan melalui dongeng sangat disukai anak-anak.

“Berbagai pesan mudah diterima oleh anak jika disampaikan melalui dongeng, mengingat mendongeng dapat meningkatkan kecerdasan anak, mendongeng secara rutin sangat efektif mengakrabkan hubungan antara orang tua dan anaknya, untuk itu mari kita hidupkan budaya mendongeng untuk memberikan kesan hangat di dalam keluarga kita,”ucap Ellya Lusiana.

Sementara itu Ketua Dongeng Nasional Awam Prakoso mengatakan bahwa salah satu tujuan dilaksanakannya Kemah Dongeng ini untuk belajar teknik mendongeng oleh karena itu Awam menegaskan, orangtua dan guru harus berperan aktif dalam menyajikan cerita yang seru, menarik dan bisa mengajak anak-anak terlibat penuh dengan melibatkan kelima indera mereka.

“Cerita dongeng yang menyenangkan mendorong anak-anak untuk mendengarkan pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalamnya secara ikhlas,” pungkas Awan Prakoso. | (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *