Tersangka Jumadi saat akan dibawa ke Lapas 24 Metro
Tersangka Jumadi saat akan dibawa ke Lapas 24 Metro

Metro | Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro resmi menahan dua tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012 – 2014 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Metro, Rabu (16/11/2016).

Penahanan ini dilakukan setelah tim tindak pidana khusus (Pidsus) menyatakan, bahwa keduanya dinilai bertanggungjawab dan merugikan negara berdasarkan hasil audit dari BPKP senilai Rp. 285 juta.

Kedua tersangka yakni Jumadi (50) dan Mulyani (54) diperiksa di ruangan Pidsus mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Tim penyidik Kejari Metro memeriksa keduanya secara bersamaan. Selesai di periksa, kedua tersangka langsung dilakukan penahanan.

Tampak kesedihan pada raut muka kedua tersangka ketika penyidik akan melakukan penahanan. Tidak hanya itu, salah satu tersangka Jumadi berusaha menutupi wajahnya dengan map saat akan dibawa menggunakan mobil tahanan untuk dikirim ke Lapas 24 Kota Metro.

Kepala Kejari Kota Metro Fransisca Juwariyah didampingi Kasi Pidsus Iskandar Welang mengatakan, kedua tersangka diduga telah menyelewengkan dana BOS  pada SMA Negeri 3 Metro, mulai tahun 2012 sampai 2014, dan merugikan negara sebesar Rp. 285 juta atas hasil Audit BPKP.

Kepala Kejari Metro Fransisca Juwairyah
Kepala Kejari Metro Fransisca Juwairyah

“Perkara ini dari kepolisian, keduanya adalah mantan Kepala Sekolah dan Bendahara SMA Negeri 3 Metro, mereka membuat laporan palsu dan mark up. Kemudian ada beberapa pertimbangan kenapa kita melakukan penahanan kepada kedua tersangka. Di antaranya, agar tersangka tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti,” tegas Fransisca Juwariyah.

Sementara itu, kuasa hukum dari tersangka Mulyani, Hadri Abunawar mengatakan, dirinya meminta kepada Kejaksaan agar kliennya tidak dilakukan penahanan, karena tersangka Mulyani ada sedikit gangguan kejiwaan, yang nantinya dikhawatirkan akan menghambat persidangan.

Hadri Abunawar kuasa hukum tersangka Mulyani
Hadri Abunawar kuasa hukum tersangka Mulyani

“Kami selaku kuasa hukum Mulyani meminta pihak penuntut umum, selama proses pemeriksaan perkara ini, agar tidak di lakukan penahanan rutan, kalau mungkin hanya dilakukan tahanan kota, karena klien kami ini ada sedikit gangguan kejiwaan, kami kwatir kalau dilakukan penahan rutan justru akan menghambat persidangan. Tetapi pihak penuntut umum berpendapat lain, dan itu merupakan kewenangan mereka dan kita harus menghormati itu,” ujar Hadri Abunawar.

Arif | L7News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *