LAMPUNG7NEWS

Tulang Bawang Barat | Sebagai bentuk simpatik dan solidaritas terhadap kasus yang menimpa Jumraini, seorang Perawat di Kabupaten Lampung Utara yang saat ini mendekam di penjara atas tuduhan menyebabkan kematian seorang pasien. Dewan Pimpinan Daerah Persatu Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar rapat besar di Kabupaten setempat.

Dalam rapat tersebut DPD PPNI Kabupaten Tubaba akan mengirimkan sebanyak 200 orang perawat untuk ikut serta dalam kegiatan aksi damai di Kabupaten Lampung Utara mengingat ada hal-hal kemanusiaan yang harus dipertimbangkan atas kondisi Jumraini agar tidak dijebloskan ke jeruji besi.

Majril, Ketua DPD PPNI Kabupaten Tubaba sekaligus Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan DPW PPNI Provinsi Lampung mengatakan, rapat besar DPD PPNI Kabupaten Tubaba dihadiri sekitar 70 orang perawat mewakili komisariat-komisariat Puskesmas dan Rumah Sakit baik swasta maupun negeri se Kabupaten Tubaba.

“Bentuk simpatik kita mulai hari ini Senin 30 September 2019 pada jam kerja pakai pita hitam di lengan,” kata Majril diruang kerjanya, Senin (30/9/2019) siang.

Dirinya menegaskan, jumlah perawat yang ikut aksi sesuai hasil rapat kurang lebih 4000 orang dari 15 kabupaten/kota se Lampung. “Untuk Tubaba mengirimkan 400 orang dari perawat yang ada, sedangkan untuk perawat yang lain tetap melakukan pelayanan baik di Rumah Sakit maupun Puskemas,” jelasnya.

Majril menjelaskan, DPD PPNI Kabupaten Tubaba mengelar rapat terkait pengiriman Anggota PPNI untuk mengikuti simpatik kepada teman sejawat Jumraini di Lampura.” Untuk ikut aksi damai di Lampung Utara hari Kamis tanggal 3 September besok. Jumraini ini dilaporkan oleh kuasa hukum keluarga pasien yang diduga tindakan yang dilakukan oleh Jumraini ini dugaannya tindakan medis yang dilakukan Jumarni mengakibatkan pasien meninggal dunia,” sambung dia.

Sampai saat ini Jumraini sudah tiga hari terkurung di lapas, aksi simpatik PPNI Tubaba mengingat Jumraini masih memiliki anak yang masih balita dan sedang hamil.” Solidaritas, simpatik, dan aksi damai yang akan dilakukan adalah bentuk kepedulian, ini adalah kemanusiaan,” tukas Majril. | pendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *