Social Media Exchange Website - Likenation
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pewarta: Blng/Zr/Bwm/tim

Tanggamus | Mengenai pemberitaan pengolaan Dana Desa di Pekon Penangungan, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, yang diperuntukan membangun Jalan Rabat Beton, dengan panjang 50 Meter dengan Lebar 3 Meter, diduga tidak sesuai RAB. Kemudian Kepala Pekon Penangungan, Nasirwan ajak duel warganya, Kasi Kesra Pekon terkait, Arsal, menilai sudah menjadi hal wajar, jika Kakon marah.

“Ya wajar, Kepala Pekon marah sama warganya, yang menurutnya salah dalam pemberitaan itu,” ungkap Asral saat dikonfirmasikan awak media via WhatsApp.

Disisi lain, Pihak Inspektorat Tanggamus melalui Irbanwil Kecamatan Kota Agung, sulit untuk ditemui diruang kerjanya.

Terkait: Wow..!! Pembangunan Jalan Rabat Beton di Pekon Ini, Diduga Asal Jadi

Sementara Camat Kota Agung Pusat, Syarip M., saat di hubungi melalui sambungan WhatsApp, masih akan mendalami informasi yang ada. Senin 10 September 2018.

Menyikapi soal sikap arogan Kepala Pekon Nasirwan, dikecam tindakan tidak terpuji selaku pemimpin warga dan tidak mencerminkan jiwa seorang pemimpin, terlebih memaki warganya ditempat umum, dengan gaya Preman atau Jawara menantang warga berduel, lantaran tidak suka warganya memberikan informasi kepada wartawan soal kegiatan DD di Pekon yang dipimpinnya.

Baca Juga: Kepala Pekon Ngamuk dan Tantang Duel Warganya

Kecaman itu disampaikan oleh Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus, Amroni. Tentunya, Bupati harus melakukan evaluasi atas sikap Kakon tersebut. Kakon itu dipilih oleh warga, menjadi pimpinan mereka untuk membangun dan memajukan pekon, bukan menghina dan menantang warga untuk berduel.

Masih menurutnya, mengacu pada Permendes No. 19 tahun 2017, bab 3 pasal 4, ada 5 poin prioritas dalam pengunaan dana desa antara lain, semua di sebutkan dan wajib di publikasikan oleh pemerintah desa kepada masyarakat desa di ruang publik yang dapat di akses masyarakat desa.

Mengacu juga pada Juknis Pengunaan Dana Desa untuk padat karya tunai 2018. Ada 6 prinsip yang harus ada dalam pelaksanaan padat karya tunai desa yaitu, Inklusif, Partisipatif,  Transparan, Akuntabel, Efektif, Swadaya dan Swakelola serta upah tukang.

“Artinya sangat jelas, masyarakat selain ikut terlibat harus tau dan berhak ikut mengawasi pengunaan dana desa tersebut. Maka, sikap Kakon itu bukan Wajar tapi sikap Preman,” ujarnya.

Disisi lain, adanya kejadian Kakon ajak Duel warga MR yang memberikan informasi kepada awak media atas kegiatan DD. Sikap Kakon juga sangat disayangkan oleh warga lainnya dan menuai kekesalan warga, hingga mengungkap semua kegiatan Kakon yang memimpin Pekon dianggap selama ini tidak transparan, terlebih dalam mengelola anggaran Pekon, termasuk DD.

“Kami prihatin, atas sikap koboi Kepala Pekon Nasirwan, Dana Desa itu kan dilaksanakan harus transparan. Sebab DD itu bukan milik pribadi, dan jelas aturan pengunaanya harus tepat sasaran dan melibatkan masyarakat dalam menentukanya,” ungkap warga.

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-11-at-07.48.48-667x400.jpeghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-11-at-07.48.48-150x150.jpegRedaksi 1PengaduanPotret DaerahTanggamuskabupaten tanggamusPewarta: Blng/Zr/Bwm/tim Tanggamus | Mengenai pemberitaan pengolaan Dana Desa di Pekon Penangungan, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, yang diperuntukan membangun Jalan Rabat Beton, dengan panjang 50 Meter dengan Lebar 3 Meter, diduga tidak sesuai RAB. Kemudian Kepala Pekon Penangungan, Nasirwan ajak duel warganya, Kasi Kesra Pekon terkait, Arsal, menilai sudah...Surat Kabar Online

Tulis1