Social Media Exchange Website - Likenation

Mesuji | Demi mengabadikan video rekaman dan photo buah hatinya, seorang pria di Mesuji rela memutilasi.

Hal itu terjadi dihalaman Rumah Bupati Mesuji, Kamis dini hari pukul 02.45 WIB, 29/11, saat menanti kedatangan peserta wisata edukasi 1.000 Anak Yatim dan Kurang Mampu’ kloter IV Mesuji – Jakarta selama tiga hari 26-29 November.

Mulanya, Radikun (37) warga Pasir Intan tampak bahagia saat melihat video rekaman putrinya Maisaroh (10) sedang berada di Jakarta bermain dan bernyanyi di taman Monumen Nasional (Monas) bersama puluhan teman seusianya yang sama-sama berasal dari Mesuji.

Euforia yang dimiliki seorang ayah terhadap sang buah hati, membuat Radikun nekat mengeluarkan HP (Handphone) polyphonic miliknya untuk merekam kembali video documentasi dari salah seorang pendamping yang berhasil mengabadikan moment kegembiraan selama perjalanan wisata edukasi tersebut.

“Mas, saya mau minta photo sama videonya, tapi hp saya bukan seperti itu, bisa gak,” ucapnya sambil mengeluarkan hp lipat berwarna hitam.

Mendengar ucapan Radikun, pendamping bernama Erwin yang berhasil mengabadikan moment-moment kebahagian itupun menuruti keinginannya.

Karena keterbatasan kapasitas memori hp, upaya Radikun merekam balik video dari handphone ke hp pun tidak berlangsung mulus. Alhasil rekaman documentasi itupun termutilasi (putus-putus) menjadi beberapa bagian.

“Terima kasih Mas sudah ikut mendampingi anak saya,” ujarnya.

Senada dengan Radikun, Jaidi (45) warga Swakarsa Bintang, ayah dari peserta atas nama Ramadi (11) menuturkan, awalnya beberapa orang tua anak yang ikut dalam daftar wisata edukasi bagi 1.000 Anak Yatim dan Kurang Mampu’ merasa was-was karena sempat beredar kabar tentang penculikan anak.

Tapi, berkat ketulusan pihak Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui program pro rakyat ini, kami rela melepas anak-anak kami.

“Terimakasih Pak Khamami buat semua program yang benar-benar pro rakyat. Kalau bukan karena pemerintah Mesuji, mungkin anak saya tidak bisa ke Jakarta,” terangnya.

Diketahui, kedatangan mereka ke Jakarta merupakan salah satu agenda wisata edukasi yang sudah terjadwal untuk mendatangi beberapa tempat wahana hiburan seperti Dunia Fantasi (Dufan) Ancol, Monumen Indonesia (Monas), Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan menonton film theater Keong Mas.

Terkait itu, ratusan peserta wisata edukasi juga selalu dimanjakan dengan pelayanan maksimal dari para pendamping yang mewakili guru, petugas kesehatan (medis), pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mesuji bersama 4 Anggota Babinsa TNI AD dalam perjalanan Mesuji – Jakarta PP (Pulang Pergi) Jakarta – Mesuji selama 3 hari. | Ekli

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/mes-copy-595x400.jpghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/mes-copy-150x150.jpgRedaksi 1HandphoneMesujiPariwisata | KulinerPelayanan PublikPemerintah KabupatenMesuji | Demi mengabadikan video rekaman dan photo buah hatinya, seorang pria di Mesuji rela memutilasi. Hal itu terjadi dihalaman Rumah Bupati Mesuji, Kamis dini hari pukul 02.45 WIB, 29/11, saat menanti kedatangan peserta wisata edukasi 1.000 Anak Yatim dan Kurang Mampu' kloter IV Mesuji - Jakarta selama tiga hari...

Tulis1