Social Media Exchange Website - Likenation
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tulang Bawang Barat | Tidak terima di gugat cerai oleh istrinya, sang suami berinisial AA (32) tega melakukan tindakan pemaksaan dengan cara memeras, mengancam dan melakukan kekerasan terhadap JN (32) istrinya.

JN menggugat cerai suaminya di Pengadilan Agama Tulang Bawang dengan nomor: 0103/pdt.6/2018/PA.TIB pada tanggal, 6/3/2018.

Saat berjalannya proses sidang perceraian di Pengadilan Agama Menggala, AA tak henti-hentinya melakukan pemerasaan dengan meminta uang kepada JN (32), parahnya lagi, apa bila JN tidak memberikan uang tersebut, AA mengancam akan mempersulit proses sidang perceraian tersebut.

Selang beberapa waktu berjalannya proses sidang perceraian, AA mencoba merayu JN untuk rujuk kembali, JN pun mengikuti keinginan AA tersebut. Namun Baru beberapa hari setelah rujuk, pertikaianpun kembali terjadi.

“Setelah saya terima dia untuk mengajak rujuk kembali, selang beberapa hari dia melakukan tindakan kekerasaan kepada saya di Alfamart, sehingga tas dan kunci mobil milik saya diambil paksa oleh dia, lalu saya meminta tas dan kunci mobil milik saya secara baik-baik, tapi dia gak mau memberikannya kepada saya,” ujar JN kepada media (4/08).

Cekcok mulut semakin memanas sampai-sampai AA mencaci maki JN. JN pun merasa tidak kuat mendengar caci maki yang dilontarkan oleh suaminya, akhirnya JN dengan sangat terpaksa untuk memberikan uang sembako yang ada di dalam tasnya sebanyak Rp. 55.703.000,-.

“Dengan terpaksa saya memberikan uang ganti rugi biaya pernikahan yang menurut suami dia harus dibayar oleh saya sebagai syarat untuk bisa cerai sesuai dengan gugatan yang telah saya ajukan ke pengadilan agama Tulang Bawang,” terang JN.

Demi bisa berlangsung cepat proses perceraian dengan AA dan tidak ada lagi tuntutan apapun dari pihak AA, JN pun menyerahkan uang yang dimintanya yang disaksikan Nana, Koihur, Dewan, dan Sulasih.

Namun, setelah uang yang di minta telah diserahkan dengan AA, ternyata pemerasaan itupun tidak berhenti begitu saja. Beberapa waktu saat berjalannya proses persidangan, AA kembali memaksa meminta uang kepada JN sebesar Rp. 15.000.000,- dengan ancaman tidak akan mendatangi persidangan tersebut.

“Jika saya tidak memberikan uang yang diminta olehnya, maka dia tidak akan datang ke persidangan sehingga hakim tidak bisa memutuskan perceraian kami. Lalu saya pulang untuk bekerja di toko Alfamart di simpang PU, saya melihat suami saya bersama temannya sudah ada di depan toko untuk memaksa saya menyerahkan uang yang di minta dia sebesar Rp. 15.000.000,-. Tapi saya tidak mau memberikan uang yang dimintanya. Akhirnya dia marah dan mencaci maki hingga mendorong saya hingga terjatuh terlentang terkena besi pembatas parkir di depan tempat saya kerja, karena saya merasa malu saya mencoba melawan dia sehingga saya ditarik teman saya masuk ke dalam toko,” jelasnya.

Setelah dari kejadian tersebut, kejadian tersebut pun kembali terulang, lagi-lagi cekcok kembali terjadi dengan kondisi yang semakin memanas.

“Saat saya tidak mau memberikan uang yang dipaksanya itu, dia mengeluarkan pisau dan langsung menusuk saya, dan saya reflek juga memukul AA dengan obeng,” ungkapnya.

Karena keselamatan nyawa JN terancam, JN pun berusaha untuk menghubungi polisi, namun sebelum polisi datang AA telah pergi meninggalkannya.

JN pun mendatangi Polsek Tumijajar untuk melaporkan atas perbuatan AA kepada dirinya, namun sampai di Polsek Tumijajar, pihak kepolisian pun memberikan pencerahan yang dilakukan oleh salah satu Kanit Polsek tersebut dengan tujuan kedua belah pihak melakukan musyawarah secara kekeluargaan.

Setelah di tengahi oleh pihak kepolisian, JN pun mendengarkan saran Kanit untuk musyawarah secara kekeluargaan, namun selang tiga hari ditunggu, AA pun tidak ada kabar untuk bermusyawarah secara kekeluargaan.

“Akhirnya saya didampingi oleh kuasa hukum SURATNOHADI, HIDAYANTO, SH. ALAMSAY,P RANGKUTi, SH. LBH AMPERA LAMPUNG melaporkan suami saya ke Polres Tulang Bawang pada tanggal 9 Juni 2018 nomor: Lp/170/VI/2018/polda Lpg/Res tuba. Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga,” tutup JN.

Saat ini kasus tersebut sedang dalam proses pihak kepolisian Polres Tulang Bawang. | red

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180804-WA0014.jpghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180804-WA0014-150x150.jpgRedaksi 4KepolisianPemerasanTulang Bawang BaratTulang Bawang Barat | Tidak terima di gugat cerai oleh istrinya, sang suami berinisial AA (32) tega melakukan tindakan pemaksaan dengan cara memeras, mengancam dan melakukan kekerasan terhadap JN (32) istrinya. JN menggugat cerai suaminya di Pengadilan Agama Tulang Bawang dengan nomor: 0103/pdt.6/2018/PA.TIB pada tanggal, 6/3/2018. Saat berjalannya proses sidang perceraian...Surat Kabar Online

Tulis1