Social Media Exchange Website - Likenation
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pewarta: rls

Pagelaran | Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) yang dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu dari tanggal 28 sd 31 Agustus 2018 dengan sasaran wilayah Kecamatan Banyumas, Sukoharjo I dan Pegelaran. Tim UPSK telah melayani konsultasi disabilitas sebanyak 108 orang. Dengan jenis disabilitas; fisik 57 orang, disabilitas rungu wicara 28 orang, disabilitas mental 14 orang dan disabilitas netra 9 orang.

Sebagai tidaklanjut temuan UPSK tersebut perlu dibahas dalam Sarasehan Sosial yang melibatkan berbagai unsur antara lain, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Rumah Sakit Daerah, Pengusaha, para Camat, Yayasan Citra Baru, Tokoh Agama, dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSM, TKSK, LKS, SDM PKH), Tim UPSK juga Tim Reaksi Cepat (TRC) Sistim Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kabupaten Pringsewu.

Sarasehan tersebut sebagai perwujudan budaya Gotong Royong.
“berat sama dipikul ringan sama dijinjing”. Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya.

Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.

Terungkap dalam Sarasehan Sosial (31/08) di aula Kantor Camat Banyumas menurut Ketua Tim Pelaksana UPSK; Sutikno rencana tindak lanjut dari UPSK adalah rujukan yg mampu didik ke sekolah luar biasa 28 org, mampu latih 27 org yg masih memerlukan pendampingan 21 org.
Disamping itu yang memerlukan alat bantu mobilitas berupa Kursi Roda sebanyak 11 orang, kruk ketiak 8 orang, alat bantu dengar sebanyak 27 orang dan tongkat penuntun disabilitas netra 6 orang. Katanya.

Sedangkan menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung mengatakan melalui anggaran Dekon 2018 Pemprov Lampung hanya mampu memberikan alat bantu mobilitas berupa kursi roda sebanyak 10 buah kruk ketiak 5 set, alat bantu dengar 5 buah dan tongkat penuntun disabilitas netra sebanyak 6 buah.
“Dengan demikian masih kekurangan 1 (satu) buah kursi roda, 3 (tiga) set kruk ketiak, 22 (dua puluh dua) alat bantu dengar”. katanya.

Disamping itu diketemukan 3 tiga orang penyandang disabilitas fisik yg harus segera dilakukan tindakan operasi orthopedi.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu; Arif Nugroho dalam sarasehan tersebut disimpulkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) akan menghimpun dana masyarakat. Sedangkan untuk 3 orang yang memerlukan operasi ortopedi akan difasilitasi oleh Yayasan Citra Baru dari Bandar Lampung. (Ppid-dinsos).

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-01-at-7.04.37-PM-533x400.jpeghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-01-at-7.04.37-PM-150x150.jpegRedaksi 1DinasKesehatanPemerintah ProvinsiPendidikanPringsewuPewarta: rls Pagelaran | Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) yang dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu dari tanggal 28 sd 31 Agustus 2018 dengan sasaran wilayah Kecamatan Banyumas, Sukoharjo I dan Pegelaran. Tim UPSK telah melayani konsultasi disabilitas sebanyak 108 orang. Dengan jenis disabilitas; fisik 57 orang, disabilitas rungu wicara 28 orang,...Surat Kabar Online

Tulis1