Social Media Exchange Website - Likenation
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Jakarta | Kurang lebih 1.200 anak-anak berasal dari berbagai latar belakang, usia dan asal sekolah menghadiri acara Selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak bersama anak Indonesia yang diselenggarakan Minggu 28 Oktober 2018 di Tamini Squate Jakarta Timur.

Turut hafir dalam acara Selebrasi Selebrasi 20 Tahun Komnas Perlindungan Anak bekerjasama Yayasan Istana Bocah Nusantara (IBN) Sekjen Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko, Ketua LPA Maluku Utara, Ketua LPA Kabupaten Tangerang serta ribuan orangtua anak .

Acara Selebrasi 20 tahun keberadaan Komnas Perlindungan Anak yang selalu ada dan hadir untuk anak Indonesia mengusung tema ‘Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak’ dibuka oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, diiawali dengan doa pembukaan yang disampaikan 5 anak berasal dari lima unsur agama yang pada intinya memohon kepada Tuhan pencipta langit beserta segala isinya, agar anak-anak Indonesia terhindar dari Narkoba, pornografi dan porno aksi serta dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penganiayaan, penelantaran, diskriminasi serta dijauhi dari perlakuan salah.

Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Bangun Pemuda Pemudi untuk sebuah perayaan Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober bersamaan dengan acara selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak.

Seluruh peserta selebrasi menyanyikannya secara khusuk sebagai bentuk nasionalisme yang terus membara untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak serta menghindarkan anak-anak dari penanaman paham-paham radikalisme dan ujaran kebencian, intoleransi dan kekerasan.

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam sambutannya mengajak partisipasi masyarakat untuk bersama-sama membangun solidaritas guna memutus mata rantai kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan terdekat anak seperti rumah, lingkungan sekolah dan ruang publik.

Arist Merdeka menjelaskan m bahwa partisipasi semua anggota masyarakat harus dilakukan tembus batas seperti melibatkan para alim ulama, tokoh lintas agama, pemerintah dan para pegiat-pegiat Perlindungan Anak, kalangan akademi dan kampus serta organisasi kepemudaan dan Karang Taruna sangat diperlukan dalam menghentikan segala bentuk penanaman paham radikalisme, ujaran kebencian, intoleransi serta segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Oleh sebab itu, merajut kembali toleransi dan perdamaian, menuju anak Indonesia hebat dan berbhineka akan menjadi tema utama untuk dibahas dalam sidang-sidang Komisi Kongres Anak Indonesia (KAI) ke XV/2018 yang akan diselenggarakan dari tanggal 19-22 November 2018 di Kabupaten Belitung Timur.

Acara yang diisi dengan berbagai kegiatan budaya menekankan ajakan kepada para orangtua dan pengunjung Tamini Square Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak berbasis masyarakat harus dimulai dari rumah.

Maya Agustin Ketua Yayasan Istana Bocah Nusantara (IBN) selaku koordinator acara menjelaskan bahwa Acara Selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan hak partisipasinya dan hak anak untuk memanfaatkan waktu luang dan budaya dengan menampilkan berbagai kreativitas anak.

Kepada media, Arist menjelaskan, untuk memeriahkan Selebrasi 20 Tahun Komnas Perlindungan Anak memberikan kesempatan kepada anak-anak menampilkan berbagai talenta, bakat dan minatnya melalui aktivitas fashion show anak menggunakan bahan bahan daur ulang plastik yang mendapat antusias anak-anak dan pengunjung, parade drumband anak, penampilan tari saman, sendra tari dan bahkan parade 200 anak memainkan angklung mengiringi lagu-lagu anti kekerasan terhadap anak karya Arist Merdeka Sirait yang dinyanyikan oleh 4 anak berbakat seni (artis cilik) yang sengaja datang dari Solo, Magelang, Bandung dan Jakarta.

Parade 200 anak bermain angklung mendapat sambutan luar biasa dari anak, para orangtua dan pengunjung Tamini Square .

Disamping itu lagu-lagu Anti Kekerasan Terhadap Anak disosialisasi dalam bentuk senam bersama anti kekerasan dan dalam bentuk pembacaan puisi Engeline seorang putri cantik yang terpaksa kehilangan hak hidupnya oleh ibu angkstnya di Denpasar Bali juga menjadi pusat perhatian.

Kegiatan lain dilakukan oleh anak-anak bernuansa anti kekerasan selain membaca puisi tetapi juga dilakukan dalam bentuk pementasan theater anak yang juga mengusung dan mengajak masyarakat untuk menghentikan kekerasan terhadap anak yang sedang menjadi fenomena sangat menakutkan di Indonesia.

“Selain itu, kegiatan selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak juga dikemas dan dimanfaatkan sebagai media kampanye publik untuk memutus mata rantai kekerasan dan terhadap anak”.

Dalam kesempatan perayaan 20 tahun Komnas Perlindungan Anak mengabdi untuk anak Indonesia itu pula memberikan penghargaan dalam bentuk pemberian sertifikat dan medali Perlindungan anak kepada para guru-guru yang telah memberikan perhatian serius terhadap anak.

Selamat ulang tahun ke 20 untuk Komnas Perlindungan Anak, “Selalu ADA untuk ANAK Indonesia… maju terus, pantang mundur! dan kepentingan terbaik bagi anaklah yang menjadi pertimbangan utama.

Pewarta: zandre

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/10/Tamini-Komnas-1-685x400.jpghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/10/Tamini-Komnas-1-150x150.jpgRedaksi 4Lembaga NegaraNasionalPendidikananak indonesia,arist merdeka sirait,dki jakarta,Jakarta,komnas anak,taman miniJakarta | Kurang lebih 1.200 anak-anak berasal dari berbagai latar belakang, usia dan asal sekolah menghadiri acara Selebrasi 20 tahun Komnas Perlindungan Anak bersama anak Indonesia yang diselenggarakan Minggu 28 Oktober 2018 di Tamini Squate Jakarta Timur. Turut hafir dalam acara Selebrasi Selebrasi 20 Tahun Komnas Perlindungan Anak bekerjasama Yayasan...

Tulis1