Tulang Bawang Barat | Masih ingat persoalan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa pada 10 Tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dilaporkan oleh Forum Wartawan Media Harian Tubaba Bersatu (FW-MTB) pada Bulan April tahun 2018 lalu ke Kepolisian Polres Tulang Bawang.

Kini, entah sampai dimana proses penanganan perkaranya oleh Polres Tulang Bawang pun belum jelas. Sehingga, dari instansi Pemerintahan Pusat yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia melalui Tenaga Ahli Pemberdayaan Kabupaten Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (TAPD- PLD) Kabupaten Tubaba telah beberapa kali menyambangi Mapolres Tulang Bawang guna mempertanyakan sejauh mana proses hukum atas laporan dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) Dana Desa tersebut.

“Saya datang ke Mapolres Tulang Bawang pertama ketemu Anggota Tipikor Polres Tulang Bawang sehingga tidak bisa memberikan keterangan. Kemudian saya datang lagi yang kedua ketemu Kanit Tipikor namanya Putu, dan intinya masih penyidikan,” ungkap Johansyah, Kepala TAPD-PLD Kabupaten Tubaba melalui ponselnya, Rabu (2/1/2019).

Meskipun mendapatkan sedikit informasi mengenai penanganan perkara dugaan KKN Dana Desa 10 Tiyuh tersebut. Namun, Johansyah menilai Polres Tulang Bawang tidak serius mengusut kasus itu.

“Saya menilai Polres kurang serius. Tetapi itu hak progratif aparat kepolisian. Kedatangan saya ke Mapolres Tulang Bawang mempertanyakan itu sesuai dengan surat tugas dari Kementerian kepada saya,” ujarnya.

Johansyah juga menegaskan, pada 10 tiyuh yang dilaporkan tersebut, masih ada juga tiyuh yang Dana Desa tahun 2017 lalu hingga saat ini belum dilaksanakan. Dengan demikian, dirinya menegaskan, baik hasil di lapangan maupun hasil keterangan Kepolisian Polres Tulangbawang itu akan ia laporkan ke Pemerintah Pusat yaitu Kemendes PDTT Republik Indonesia sesuai dengan perintah tugas yang diberikan kepadanya.

“Dari 10 Tiyuh itu, bahkan masih ada yang dana desa tahun 2017 sampai saat ini belum juga dilakukan pembangunan. Ya, kalau saya sesuai dengan amanat maka apa yang ada dilapangan, kemudian informasi dari pihak-pihak terkait seperti APIP dan Aparat Penegak Hukum (APH) itulah yang saya laporkan ke Kementerian, insha Allah bulan Januari ini juga laporan saya sampaikan,” pungkas Johansyah.

Sekedar mengingatkan, 10 tiyuh yang diduga merugikan negara dan dilaporkan terkait dugaan KKN Dana Desa dari empat kecamatan di Kabupaten Tubaba ke Polres Tulang Bawang pada Bulan April tahun 2018 lalu, yakni Tiyuh Sumber Rejo, Margo Mulyo, Gunung Menanti, dan Margo Diadi Kecamatan Tumijajar.

Tiyuh Pagar Buana dan Indraloka Jaya Kecamatan Waykenanga; Toto Wonodadi dan Margodadi Kecamatan Batu Putih; serta Mulya Sari dan Suka Jaya Kecamatan Gunung Agung. | Ali Pendra

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2016/09/DD.jpghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2016/09/DD-150x150.jpgRedaksi 1DesaKepolisianPembangunanPemerintah KabupatenTulang BawangTulang Bawang BaratTulang Bawang Barat | Masih ingat persoalan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa pada 10 Tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dilaporkan oleh Forum Wartawan Media Harian Tubaba Bersatu (FW-MTB) pada Bulan April tahun 2018 lalu ke Kepolisian Polres Tulang Bawang. Kini, entah sampai dimana proses penanganan perkaranya oleh Polres...