Social Media Exchange Website - Likenation
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Istri dan keluarga almarhum menduga kematian Yuliansyah banyak kejanggalan. Sebab, di kanan kiri leher almarhum ada luka lebam. Menurutnya, beberapa hari sebelum kematian Yuliansyah tidak ada luka lebam tersebut.

Teluk Betung Barat | Pihak keluarga dan istri Narapidana kasus Narkoba LP Narkotik Klas II.A Bandar Lampung, Yuliansyah (38), warga Jalan AMD KP. Kota Gang Harun III, RT. 004, RW. 003, LK. II, Kelurahan Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung menduga kematian narapidana yang divonis 6,6 Tahun ini tidak wajar.

Pasalnya, sejak yang bersangkutan dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (07/11) sekitar pukul 02.00 WIB, pihak keluarga baru diberitahu sekitar pukul 09.00 WIB itupun bukan dari petugas Lapas melainkan dari salah seorang rekan korban setelah datang memberitahu istrinya.

“Inikan aneh, Iwan bilang jam 2 suami saya sakit. Sudah itu Bu Dini juga bilang jam dua pagi suami saya sakit dan langsung di bawa ke RSU Abdul Muluk. Dan ada kabar lagi jam dua itu suami saya sudah meninggal. Jadi mana yang benar, kok sepertinya kematian suami saya ini ada yang ditutup-tutupi dan janggal. Kalo memang meninggalnya jam 2 pagi kenapa gak ada petugas LP yang datang ngasih tau kami. Berapa jauhnya Way Hui dan Rumah Sakit Abdul Muluk ke sini (kediamannya). Kok, baru jam sembilan pagi di kasih taunya, itupun Iwan dan Eli yang kasih kabar,” ujarnya dengan nada kesal.

Neni (36) ibu beranak tiga hasil dari perkawinannya dengan Yuliansyah menjelaskan, dirinya tahu jika suaminya meninggal setelah diberitahu Eli yang menyampaikan, bahwa suami saya meninggal. Namun, sebelumnya Iwan yang satu perkara dengan suaminya menghubungi melalui telepon selulernya hanya memberitahu jika suaminya sakit dan saat ini entah berada di poliklinik Lapas ataupun dibawa rumah sakit.

“Mangkanya saya bilang ke Eli, gak mungkin suami saya meninggal. Sebab, Iwan baru aja telpon saya, katanya Ucuy (Yuliansyah) cuman sakit,” jelasnya.

Ayah Yuliansyah Damiri Wahab (73), sangat menyayangkan pihak Lapas yang tidak segera memberitahu pihak keluarga secepatnya, jika putranya Yuliansyah telah meninggal dunia. Yang anehnya lagi menurut dia, anaknya ini meninggal dunia pada pukul 02.00 WIB, mengapa baru sekitar pukul 09.00 WIB istri almarhum diberitahu, hal ini yang membuat dirinya menduga-duga penyebab kematian Yuliansyah ada yang tidak benar dan terkesan ditutup-tutupi.

“Masak ya, meninggal jam 2 pagi di kasih tau baru jam 9 pagi. Coba dipikir, sudah 7 jam baru pihak keluarga di kasih kabar, kan ini gak benar,” ujarnya.

Dan yang anehnya lagi, menurutnya sejak jenazah almarhum diantar ke kediamannya hingga rabu malam sekitar pukul 23.15 WIB, tidak ada selembar suratpun yang diberikan apa penyebab kematian putranya ini dari pihak Lapas.

“Ini manusia lo, bukan binatang, kami ikhlas, tapi jangan begini dong caranya. Kami hanya menandatangani surat serah terima jenazah saja, selain itu gak ada. Ini nyawa manusia, nyawa binatang aja masih ada tata caranya kok ini gak sama sekali,” ungkapnya.

Sementara, Dini petugas medis di Lapas yang dihubungi keluarga Yuliansyah sekitar pukul 21.43 WIB dengan menggunakan telepon seluler menjelaskan, jika pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB Yuliansyah mengalami sakit dan langsung dilarikan ke RSUAM.

“Itu sekitar jam 2 pagi Yuliansyah sakit dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Muluk. Namun, tidak lama yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Dini.

Saat di konfirmasi mengenai kejanggalan kematian Yuliansyah, Dini meminta pihak keluarga esok hari (Kamis) datang ke Lapas Narkotika, agar lebih jelas sebab-sebab kematian Yuliansyah.

“Bapak silahkan datang ke LP untuk menanyakan sebab kematian Yuliansyah. Kalo saya hanya petugas medis saja, agar lebih jelasnya,” terangnya.

Suwarno nama dan tandatangan yang tertera dilembaran penitipan jenazah, Yuliansyah di Ruang Forensik RSUAM yang beralamatkan LP Narkotik Klas.II A Bandar Lampung pada Kamis (08/11) pagi ketika di konfirmasi melalui telepon selulernya menjelaskan, jika pada Rabu dini hari Napi yang berada di Kamar A3 ini saat di Lapas sudah tidak sadarkan diri. Melihat kondisi yang seperti ini pihaknya langsung membawa Yuliansyah ke RSUAM.

“Setiba di UGD RSUAM Yuliansyah sempat dilakukan pemeriksaan kesehatannya. Dan namanya terdaftar di UGD, tapi sekitar pukul 02.30 WIB nyawanya tidak terselamatkan,” ujar Suwarno kepada www.lampung7news.com.

Pada Rabu (07/11) sekitar pukul 20.15 WIB keluarga Yuliansyah dan awak media dari www.lampung7news.com ke UGD RSUAM untuk mengetahui pukul berapa Yuliansyah di bawa ke UGD RSUAM. Saat itu keluarga menemui petugas jaga, tapi cukup mengagetkan pihak keluarga setelah mendengar jawaban dari petugas yang jaga, jika sejak pukul 02.00 WIB Rabu dini hari hingga pukul 06.00 WIB tidak tercatat nama Yuliansyah sebagai pasien di RSUAM. Saat itu keluarga heran mengapa nama Yuliansyah tidak tercatat di bagian UGD. Namun sekitar 15 menit berselang keluarga mendapat informasi yang cukup mengagetkan dan membuat keluarga tercengang, tiba-tiba seorang petugas piket memberitahu jika Yuliansyah saat datang sudah meninggal dunia.

“Karena saat di bawa ke UGD sudah meninggal dunia, maka tidak kami catat dan kami minta langsung bawa ke ruang Forensik,” ujar salah seorang petugas yang piket rabu malam ini.

Setelah mendengar keterangan dari petugas jaga, keluarga langsung bergegas ke ruang forensik RSUAM. Sesampai di ruang forensik, keluarga dikagetkan lagi untuk yang sekian kalinya, setelah melihat formulir dan keterangan dari petugas jaga di ruang forensik.

“Yuliansyah datang sudah meninggal dunia, mayat di bawa ke ruang jenazah dengan mobil plat merah. Saya gak liat berapa angkanya, tapi terkesan terburu-buru saat menitipkan jenazah,” ujar pria tambun ini.

Petugas ini juga menjelaskan, jika mayat datang sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, dirinya tidak mengetahui pukul berapa mayat Yuliansyah di keluarkan dari ruang jenazah.

“Saya kan piket malam dan pulang jam 8 pagi. Waktu saya pulang mayatnya belum diambil,” jelasnya.

Dan tidak berselang lama, pria paruh baya ini menunjukkan tumpukan helai kertas yang merupakan lembaran biodata jenazah yang masuk ke ruang jenazah pada, Rabu (07/11) di RSUAM.

“Ini kertas titipannya, namanya Yuliansyah kan? Ini yang menitipkan tertulis nama Sarwono dengan alamat LP Narkotika Klas II.A BDL dan ini nomer HP-nya : 0822 1111****,” tambahnya.

Diketahui, mayat Yuliansyah tiba di rumah duka sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan mobil Ambulance dan sebuah mobil kijang milik Lapas. Sesampainya di rumah duka, salah seorang pegawai Lapas, Farid menyodorkan selembar kertas serah terima jenazah. Diantara 4 petugas Lapas ada juga petugas medis Lapas, Dini. Dan saat itu jenazah Yuliansyah masih menggunakan pakaian yang sama dengan keterangan dari ruang forensik. Sementara, jari kedua tangannya terlihat kaku dan menekuk. | Hendri

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/Lapas-552x400.jpghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/Lapas-150x150.jpgRedaksi 4Bandar LampungHukumMeninggal DuniaNarkobaOknumForensik,Kalapas,Korban,Lapas,Narkoba,Pengaduan,RSUAMIstri dan keluarga almarhum menduga kematian Yuliansyah banyak kejanggalan. Sebab, di kanan kiri leher almarhum ada luka lebam. Menurutnya, beberapa hari sebelum kematian Yuliansyah tidak ada luka lebam tersebut. Teluk Betung Barat | Pihak keluarga dan istri Narapidana kasus Narkoba LP Narkotik Klas II.A Bandar Lampung, Yuliansyah (38), warga Jalan AMD...

Tulis1