Karna Tidak Terawat, Salah Satu Icon Tubaba Ini Berpotensi Rugikan Negara

LAMPUNG7NEWS

Tulang Bawang Barat | Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Tata Ruang Rencana Wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2011 – 2031 yang menyebutkan bahwa ruang merupakan komponen lingkungan hidup yang bersifat terbatas dan tidak terbaharui, sehingga perlu dikelola secara bijaksana dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Perkembangan pembangunan khususnya pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumberdaya alam, sumberdaya buatan, dan sumberdaya manusia dengan tetap memperhatikan daya dukung, daya tampung, dan kelestarian lingkungan hidup.

Terkait: Taman Agrowisata Salah Satu Destinasi Wisata di Kabupaten Tubaba

Seperti halnya Taman Agrowisata yang terletak di komplek SMKN 1 Tulang Bawang Tengah yang merupakan kawasan peruntukan pariwisata buatan yang di bangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan salah satu ikon kabupaten Tubaba dimana di dalamnya terdapat Tanaman Buah unggul, Serta berbagai jenis buah varietas unggul yang di tanam di Taman Agrowisata tersebut.

Taman Agrowisata tersebut dibangun dengan tujuan wisata agro sekaligus sebagai pusat penelitian budidaya tanaman buah unggul, Adapun tanaman tersebut iyalah, Buah Naga, Jambu Mutiara, Jeruk, Mangga, Duren, Kelengkeng Dan masih banyak lagi.

Sejumlah Pejabat di Tubaba diduga bagi-bagi hasil panen tanaman di Taman Agro Wisata

Namun sayangnya tanaman tersebut saat kondisi nya sangat memperihatinkan terlihat banyak yang sudah mati bahkan terkesan seperti tidak dilakukan perawatan oleh pihak pengelola, Selain itu terdapat ratusan pohon Buah Naga yang hampir saja mengalami kematian serta hampir semua lahan tempat penanaman buah-buahan tersebut di tumbuhi rumput liar.

Berdasarkan hasil tinjauan dilokasi, terdapat Dua titik sumur bor yang sudah tidak lagi beroperasi bahkan sarana sumur bor tersebut sudah tidak ada pada posisi nya lagi, Selain itu terdapat sekitar delapan titik mesin pompa air (Alkon) yang berfungsi untuk menyiram seluruh tanaman yang ada di Agrowisata tersebut. Namun sangat di sayangkan dua titik sumur Bor serta sekitar delapan titik Mesin pompa air tersebut sudah tidak berfungsi lagi dan terlihat sudah rusak.

Kuat dugaan Matinya tanaman yang ada di Agrowisata itu akibat kurangnya kedisiplinan petugas pengelola sehingga tidak melakukan penyiraman terhadap tanaman tersebut, Sehingga hal itu justru dapat berpotensi merugikan negara Apabila tanaman tersebut sampai mati.

Sementara sekitar pada 2016 lalu Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tubaba telah menganggarkan Sekitar 284 juta untuk melakukan Pengembangan/Peremajaan tanaman tersebut dan di tambah lagi Sekitar 20 juta Di Apbd Perubahan, Namun akibat buruknya pengelolaan Taman Agrowisata tersebut semua itu terkesan menjadi sia-sia.

Hal itupun menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan masyarakat, Salah satunya adalah Giring yang merupakan salah satu warga di seputaran wilayah Agrowisata itu dirinya sangat menyayangkan kondisi taman agrowisata yang saat ini terlihat sepeti tidak terurus.

“Taman ini kurang perawatan. Lihat saja tanaman yang sudah menjadi kebanggaan kita seperti Buah naga, jambu mutiara, jeruk dan lainnya sudah banyak yang mati serta tidak berbuah lagi,” kata Giring, Salah Seorang pengunjung Jum’at (5/7/2019).

Sementara salah seorang Mantan Penjaga dan perawatan Taman Agrowisata menjelaskan, Pada saat dirinya masih bertugas di Taman agrowisata itu terdapat 4 (empat) orang yang ditugaskan untuk menjaga dan merawat taman buah itu dengan Gaji sebesar Rp. 700 ribu untuk satu orang dalam satu bulannya.

“Kalau saya sudah pensiun, yang saya tau itu, yang mengeluarkan gaji penjaga Taman Buah itu dari Dinas Pertanian,” singkat Jawadi saat di konfirmasi awak media.

Namun sayangnya saat di sambangi di Ruang kerjanya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba Samsul Komar atau pria yang kerap disapa Acuy ini tidak ada di ruangan nya, Sehingga Sampai berita ini di terbitkan belum ada keterangan pasti dari pihak terkait mengenai sistem pengelolaan Agrowisata Tersebut. | pendra

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *