Social Media Exchange Website - Likenation
Johnny Corne, anggota DPRD Pesawaran.

TELUK PANDAN | Setelah dirinya melihat langsung dibeberapa titik banjir bandang, Kamis (29/11) malam di 3 desa. yakni Desa Sanggi, Durian dan Gayau, Kecamatan Padang Cermin yang menyebabkan sekitar 264 rumah warga terendam air bercampur lumpur mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari Partai Golkar, Johnny Corne.

Dirinya meminta, Pemkab Pesawaran harus berkoordinasi dengan Asisten Perencanaan (Asrena) Panglima TNI AL atau Direktorat Fasilitas Pangkalan Angkatan Laut (Dirfaslanal), agar dapat bersinergi dalam pengelolaan lingkungan. Dirinya juga meminta kepada pihak Pemkab Pesawaran untuk melibatkan beberapa OPD atau instansi lain, tidak hanya Dinas PUPR dan BPBD saja untuk mengatasi banjir.

Sebab, menurutnya lahan eks 4 desa (Margodadi, Sabu, Menanga dan Batu Menyan) dan beberapa lokasi lainnya yang dimiliki TNI AL keseluruhan hampir mencapai sekitar 1.600 hektar. Dengan itu, dirinya menyarankan pihak Pemkab Pesawaran segera melakukan koordinasi dalam proses pembangunan, sebab dalam proses pembangunannya banyak mengalami perubahan.

“Seperti pemindahan sungai, pengerukan dan penimbunan rawa-rawa maupun tepi pantai, pembuatan jalan, perubahan beberapa elifasi tanah, kesemuanya itu tentu akan terdampak terhadap daerah-daerah disekelilingnya,” ujar Johnny Corne.

Dengan itu, Johnny Corne menyarankan Pemkab Pesawaran segera berkoordinasi dengan perwakilan TNI AL yang ada di Provinsi Lampung.

“Minimal Pemkab Pesawaran dapat mengetahui tata ruang yang berkenaan dengan lingkungan alam di areal TNI AL. Sehingga, langkah-langkah ataupun strategi penanganan dapat terpadu, guna mengurangi dampak-dampak negatif dari adanya proses pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, legislator asal partai berlambang pohon beringin ini dalam pengamatannya di beberapa lokasi banjir, Bupati hanya dibantu 2 OPD saja, yakni Dinas PUPR dan BPBD.

“Sehingga dalam pengamatan saya, seolah-olah hanya 2 OPD ini saja yang bertanggung jawab bila terjadi banjir. Banjir kali ini, disebabkan oleh air yang membawa matrial longsoran berupa kayu dan tanaman lain. Yang menyebabkan pendangkalan dan penyempitan aliran sungai yang berasal dari lahan-lahan tanaman atau perkebunan warga,” tambahnya.

Dengan itu, hendaknya Dinas Pertanian mengintensifkan metode teras siring untuk untuk lahan-lahan pertanian atau perkebunan yang sebagian besar berada di lereng gunung ataupun juga mendorong adanya tanaman-tanaman pelindung di areal-areal tersebut.

“Ya Dinas Pertanian dan Perkebunan harus mengintesifkan metode teras siring,” tambahnya.

Bahkan, menurut Johnny Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesawaran juga seharusnya terhadap terjadinya banjir yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara dokumen Amdal atau UPL-UKL dengan kondisi esisting yang dilakukan oleh perusahaan atau perorangan. Sebagai salah satu contoh, saluran pembuangan air yang sangat kecil di tambak udang milik Acay.

“Kita lihat saja kelapangan, di tambak itu saluran pembuangannya sangat kecil sekali,” ujarnya.

Banjir juga kata Johnny, disebabkan oleh banyaknya penumpukan sedimen di rawa-rawa dan disepanjang aliran sungai. Sehingga, seharusnya instansi Daerah Aliran Sungai (DAS) juga harus bertanggung jawab ditingkat provinsi dan dapat melakukan langkah-langkah, misalnya pengerukan sidimen, pelurusan sungai dan sebagainya.

“Melihat begitu kompleknya permasalahan dan begitu banyaknya instansi yang bertanggung jawab, maka sudah seharusnya Kepala Daerah dapat mengkordinir penanganan banjir ini dengan cara duduk bersama dengan berbagai pihak tersebut, termasuk dengan pihak TNI,” tandasnya. | hendri

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/12/WhatsApp-Image-2018-12-01-at-15.21.12-533x400.jpeghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/12/WhatsApp-Image-2018-12-01-at-15.21.12-150x150.jpegRedaksi 4BanjirBencana AlamPesawaranPotret DaerahBanjir Bandang,Johnny Corne,PesawaranTELUK PANDAN | Setelah dirinya melihat langsung dibeberapa titik banjir bandang, Kamis (29/11) malam di 3 desa. yakni Desa Sanggi, Durian dan Gayau, Kecamatan Padang Cermin yang menyebabkan sekitar 264 rumah warga terendam air bercampur lumpur mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari Partai Golkar, Johnny Corne. Dirinya meminta, Pemkab...

Tulis1