Ini Penjelasan Anggota DPRD Terkait Salah Satu Dinas Yang di Duga Menyelewengkan Dana Taman Agrowisata

“Kita menginginkan supaya dapat dibenahi, jangan sampai Anggaran banyak habis ke agrowisata itu tetapi sia-sia,” ungkap Busroni, SH, Ketua DPRD Kabupaten Tubaba melalui ponselnya. Selasa (9/7/2019).

LAMPUNG7NEWS

Tulang Bawang Barat | Busroni menegaskan, legislatif sangat prihatin dan menyoroti anggaran yang masuk ke agrowisata namun tidak ada PAD.

“Tanggapan kita, DPRD menyoroti supaya apa yang sudah diperbuat yang sudah ada dalam agrowisata itu supaya di rawat supaya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat khususnya di Kabupaten Tubaba,” cetusnya.

Ia menilai, Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba memainkan peran dalam Agrowisata tersebut demi keuntungan secara pribadi yang seharusnya pembangunan di Kabupaten Tubaba harus bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Jangan asal jadi, setelah jadi suatu pembangunan kemudian dibuang, ditinggalkan tidak dirawat dengan baik sehingga tidak ada efek manfaatnya. Sedangkan biaya sudah lumayan banyak dari APBD masuk ke agrowisata itu,” tegasnya.

Terkait: Salah satu Dinas di (Tubaba) diduga mark-up dana Taman Agro Wisata

Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba, tegas Busroni, harus bertanggung jawab dalam aspek apapun termasuk kerugian keuangan daerah didalamnya.

“Yang bertanggung jawab atas agrowisata kan seharusnya dia (Dinas Pertanian). Dinas Pertanian tidak boleh lepas tanggung jawab, sedangkan agrowisata itu dipusatkan di Dinas Pertanian,” pungkasnya.

Begitu juga Yantoni, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tubaba. Ia sempat heran mendengar informasi mengenai agrowisata yang selama ini memboroskan uang daerah.

“Yang pastinya kami dari DPRD mengucapkan Terima kasih atas informasi yang telah disampaikan ini dan akan segera ditindaklanjuti. Dalam minggu ini akan dievaluasi dan akan turun kelapangan untuk meninjau ke Lokasi Taman Agrowisata agar bisa melihat langsung situasinya,” kata dia.

“Kepada Dinas terkait harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi serta memberikan penjelasan atas apapun terkait Taman Agrowisata mulai dari anggaran hingga perawatannya, karena dana yang diperuntukan itu bukan hanya satu atau dua milyar melainkan puluhan Milyar,” sambung Yantoni.

Mu’ammil, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tubaba diruang kerjanya pun kaget mendengar jika Taman Buah Agrowisata Pulung Kencana itu tidak memiliki hasil ke PAD.

“Itu pasti Akan kita agendakan untuk melakukan  pemanggilan dalam waktu dekat ini, karena ini menyangkut tentang uang negara,” ucapnya.

Anggota Komisi II DPRD lain juga mengkritik terkait hasil yang di peroleh dari Agrowisata tersebut. Sebab, kata Mu’ammil, selama ini di ketahui Dinas Pertanian Tubaba di bawah kepemimpinan Syamsul Komar selalu mengganggarkan anggaran untuk melakukan Perawatan dan Pemeliharaan yang di ketahui sebelumnya berjumlah sekitar 100 Juta pertahun.

“Kita liat dulu manfaatnya hasil nya apa gitu serta azas manfaatnya jiga harus kita perhatikan Karena kalau selalu di anggarkan tapi gak ada hasilnya ya buat apa kita anggarkan,” ketusnya.

Raden Anwar Anggota DPRD Kabupaten Tubaba juga mengkritisi terkait anggaran yang senilain 100 juta untuk perawatan tersebut sementara selama ini hasilnya tidak jelas.

“100 Juta itu kalau kita belikan buah sudah seberapa banyak itu, dari pada ada anggaran terus tapi nggak pernah ada hasilnya, kan,” cetusnya. | pendra.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *