Tanggamus |  Puluhan sopir mobil angkutan umum atau angkot, memblokir sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pekon Banjarnegeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus. Mereka protes karena sejak harga Pertalite naik, makin sulit mendapatkan Premium. Senin 2 April 2018.

Puluhan mobil angkutan umum saat memblokir sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 24.353.47 di Pekon Banjarnegeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.

Para sopir menduga pengelola SPBU bernormor 24.353.47 itu mementingkan pembeli pengecer atau pengecor yang kerap memborong Premium, dan saat membeli tidak lagi menggunakan sepeda motor dan jeriken, tapi membawa mobil.

Biasanya sopir angkot masih bisa mendapatkan Premiun hingga pukul 10.00 WIB, tapi belakangan ini pukul 07.00 WIB premium sudah habis.

“Gimana tidak cepat habis BBM jenis Premium, pengecer itu belinya pakai mobil, mungkin membelinya sejak malam. Kami tak mampu beli BBM jenis  Pertalite, karena ongkos penumpang pasti akan dinaikan. Kalau ongkos penumpang naik, sulit cari penumpang,” kata Irwan, sopir angkot.

Sopir angkot lainnya, Ansori mengatakan, para sopir tidak menghalangi pembeli pengecer membeli Premium, tapi pengelola SPBU juga harus memikirkan nasib sopir angkot.

“Kami persilakan pengecer beli Premium, tapi sopir angkot juga harus cari duit. Kalau begini, sopir angkot gak bisa kerja,” katanya.

Akhirnya perwakilan sopir angkot dan pengelola SPBU berdialog. Dan disepakati jadwal pembelian untuk sopir angkot dan pengecer. | balung

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-14.30.24-711x400.jpeghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-02-at-14.30.24-150x150.jpegRedaksi 1DemoTanggamusTanggamus |  Puluhan sopir mobil angkutan umum atau angkot, memblokir sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pekon Banjarnegeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus. Mereka protes karena sejak harga Pertalite naik, makin sulit mendapatkan Premium. Senin 2 April 2018. Para sopir menduga pengelola SPBU bernormor 24.353.47 itu mementingkan pembeli pengecer...