Emilia Takao Bangga Bawa Budaya Lampung Ke Jepang

Prestasi Anak Bangsa

[espro-slider id=24603]

Budaya Lampung | Emilia Takao (38) wanita asli kelahiran Lampung ini memiliki nama Dwi Lestari Emilia Takao, merupakan wanita karir yang selalu peduli terhadap budaya Lampung.

Lahir di Bumi Jaya, Lampung, 7 Juli 1978 namun kini lama berdomilisi di Negeri Sakura Jepang dan Jakarta. Dalam perantauannya di Jakarta dan Jepang Emilia membuat Restoran Senbozakura di Jakarta dan Lembaga Pelatihan Kerja dengan berbasis kursus bahasa Jepang yang diberi nama World Brother Indonesia hingga mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak).

>>>Komnas Anak Resmikan Sekolah Jepang Milik Wanita Asli Lampung

Sebagai ibu rumah tangga yang hobi memasak pada tahun 2007, ia merasa jenuh walau sudah mampu beradaptasi dengan warga Jepang, Emilia iri melihat rutinitas para ibu muda yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Sampai akhirnya ia mendirikan restoran Indonesia bernama ‘LABALI’ di Fokuoka, Jepang.

“Saya mengenalkan citarasa masakan Indonesia untuk warga Jepang dan sebagai pelepas kangen warga Indonesia yang kangen masakan negeri tercinta Indonesia, ternyata penduduk Jepang suka makanan Indonesia yang bercitarasa pedas. Yang pasti masakan Lampung pun saya perkenalkan di Restoran LABALI, misalnya makanan khas melinting Gulai Balung,  pengencangan, ada juga sambal tempoyak (Sambel duren),” papar Emilia.

Menurutnya Lampung terkenal dengan spicy-nya yaitu lada dan buah-buahan. Ia ingin bagaimana hasil pertanian Lampung bisa dijadikan bahan ekspor kepasaran Asia, dan untuk itu Emilia  berencana  mengekspor buah-buahan  dari  Lampung  ke Jepang.

Tak hanya itu, Emilia kerap menampilkan tarian adat Lampung dan tarian adat yang ada di Indonesia untuk ditampilkan pada acara atau festival di Jepang baik bersama KBRI Jepang (Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang) maupun dalam event-event lain.

Sedangkan sebelumnya Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait memaparkan bahwa apa yang dilakukan oleh ibu Emilia ini patut di contoh, sehingga Arist memberikan apresiasi atas niat baik yang memberikan kesempatan anak yatim atau orang yang kurang mampu untuk belajar bahasa Jepang disini.

Menurut langkah World Brother Indonesia sudah mengurangi beban Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang mengurusi anak-anak Indonesia.

“Saya selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak mengucapkan  terima kasih dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada ibu Emilia atas dedikasinya yang peduli kepada anak yatim dan membuka peluang bagi mereka yang kurang mampu untuk terus mendapatkan pendidikan terutama bahasa jepang yang ada di PT World Brother Indonesia ini,” terang Arist Merdeka Sirait saat memberikan sambutannya yang dilanjutkan pemberian piagam penghargaan kepada Emikia Takao.

Dalam acara terasbut juga dilakukan pemberian santunan anak yatim secara simbolis oleh Arist Merdeka Sirait didampingi Emilia Takao dan pemotongan tumpeng yang secara spesial diberikan oleh Ketua Komnas Anak kepada Emilia Takao sekali Dirut PT. World Brother Indonesia.

Emilia Takao pun merasa bangga atas apresiasi dari Komnas Anak sehingga akan menjadi motivasi dirinya dalam terus berkarya dan membantu sesama.

“Pastinya saya sangat bangga dan malu, bangga dalam artian terharu dan malu dalam art yang saya lakukan belum seberapa namun sudah mendapat perhatian khusus oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak, sekali lagi terima kasih atas semuanya ini akan menjadi motivasi saya untuk terus meraih sukses dan membantu sesama yang lebih membutuhkan,” terang Emilia mengakhiri penjelasannya. | red

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *