Social Media Exchange Website - Likenation

Metro | Seorang mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu berhasil buat orang tuanya bangga dengan menjadi salah seorang wisudawan terbaik UM Metro tahun 2018. Ia adalah Muhammad Rifa’i, mahasiswa yang pernah menjadi kuli bangunan serta buruh untuk menambah biaya hidupnya selama kuliah di UM Metro.

Rifa’i yang kuliah dengan beasiswa bidik misi di Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro berhasil peroleh IPK 3.90 dan menjadi wisudawan terbaik kedua tingkat Sarjana. Meski perkuliahan Rifa’i dapat berjalan dengan baik melalui beasiswa tersebut, namun di awal perkuliahan ia sempat menjadi buruh tani di wilayah Bengkulu untuk membayar biaya kos-kosan di Kota Metro. Orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di Belitang, Sumatera Selatan, ia rasa tak mampu membiayai hal tersebut, terlebih bapaknya sedang sakit kala itu.

“Kemauan saya untuk kuliah sudah bulat, saat itu ayah sedang sakit dan memang benar benar tidak ada biaya. Setelah lepas sholat Jum’at, sempat bertemu dengan bapak-bapak yang mengajak kerja ke daerah Bengkulu. Tanpa pikir panjang saya langsung ikut bapak itu. Selama di perantauan, saya kerja sebagai buruh petani di sawah, dan buruh di kebun karet. Kebetulan saat itu pas bulan puasa. Kerja sebagai buruh dari pagi sampai Maghrib benar-benar menguras tenaga. Sempat suatu hari, terlentang di tengah sawah sambil memandang ke langit. Tak terasa air mengalir dari mata membasahi pipi. Dan serentak terbangun melanjutkan pekerjaan. Kerja di perantauan ini selama setengah bulan mendapat uang sebesar 950.000 dipakai untuk menambah biaya kostan,” ujar Rifa’i, Kamis (22/11/2018).

“Berbeda dengan mahasiswa lainnya, saya selalu habiskan masa libur panjang kuliah dengan bekerja di sawah, terkadang jadi kuli, bahkan sempat menjadi Toul Leader di Pariwisata,  dan sempat juga bekerja di pabrik kerupuk sebagai buruh. Yang paling lama yakni bekerja di sawah, hampir tiap hari selama libur kuliah dihabiskan untuk kerja di sawah. Uang yang terkumpul dipakai untuk menambah bekal selama kuliah di UM Metro,”sambungnya.

Namun hal ini tidak membuat Rifa’i patah semangat. Ia terus menorehkan prestasinya dengan selalu memperoleh IPK tertinggi di setiap semester. Bahkan ia dapat bekerja di salah satu perusahaan besar di kota Bogor sebelum lulus kuliah.

“Saya selalu bercita-cita pengen dapet kerjaan sebelum wisuda. Akhirnya setelah sidang, saya memutuskan untuk pergi merantau ke pulau Jawa, tepatnya di daerah Bogor. Dengan membawa transkip dan SK menunggu yudisium, saya memberanikan melamar pekerjaan di salah satu industri tekstil di Bogor. Singkat cerita, di situ saya mendapat panggilan untuk Psikotes. Lulus psikotes dan interview, akhirnya saya diterima dan ditempatkan sebagai HRD Recruitment & Training di perusahaan ini,” jelasnya.

Di perusahaan tersebut Rifa’i menerima gaji 4 juta per bulan. Gaji tersebut menurutnya gaji bersih yang ia terima. Sementara untuk tempat tinggal dan biaya makan ditanggung penuh oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Hari ini (22/11/2018) Rifa’i berhasil membuat 925 wisudawan dan ribuan orang tua serta dewan senat UM Metro menitikkan air mata. Ia bersungkur di kaki kedua orang tuanya usai mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang wisudawan terbaik di depan peserta Wisuda Pascasarjana ke-7, Sarjana ke-37 dan Ahli Madya UM Metro yang berlangsung di halaman Kampus I UM Metro.

Rifa’i lalu mengajak orang tuanya untuk naik ke atas panggung senat sembari memberikan bunga untuk Rektor UM Metro, Prof. Dr. Karwono, M.Pd. sebagai ucapan terima kasih dirinya dan orangtuanya atas gelar sarjana yang berhasil dapatkan di kampus tercinta. Isak tangis dewan senat tak terbendung hari ini yang diikuti oleh para wisudawan dan para orang tua.  | (Dicky).

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/22.11-Anak-Buruh-Tani-Jadi-Wisudawan-Terbaik-UM-Tahun-2018-585x400.jpghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/22.11-Anak-Buruh-Tani-Jadi-Wisudawan-Terbaik-UM-Tahun-2018-150x150.jpgRedaksi 2MetroPerguruan TinggiPotret PendidikanProfilMetro | Seorang mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu berhasil buat orang tuanya bangga dengan menjadi salah seorang wisudawan terbaik UM Metro tahun 2018. Ia adalah Muhammad Rifa’i, mahasiswa yang pernah menjadi kuli bangunan serta buruh untuk menambah biaya hidupnya selama kuliah di UM Metro. Rifa’i yang kuliah dengan beasiswa bidik...

Tulis1