Social Media Exchange Website - Likenation
Pj. Kepala Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Hadi Jaya Kusuma.

TELUK PANDAN | Pj. Kepala Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Hadi Jaya Kusuma akan mengganti 2 pintu rumah janda Rotna (52), warga RT. 001, RW. 001 (Serbajaya), Dusun Sebaris yang rusak setelah di dobrak oleh sekitar sepuluhan orang tidak dikenal dengan menenteng senjata api jenis pistol dan laras panjang, Rabu (14/11) sekitar pukul 18.40 WIB.

“Saya selaku Pj. Kades akan mengganti dua pintu rusak yang di dobrak oleh puluhan orang yang saat itu mengaku dari kepolisian. Sampai, saat ini belum ada pihak dari kepolisian mana yang datang dan mendobrak pintu itu,” ujar Pj. Kades ini.

Namun, dirinya sangat menyanyangkan peristiwa tersebut terjadi. Dirinya tidak akan menghalang-halangi jika ada warganya yang tersangkut masalah hukum atau tindak pidana.

“Sangat saya sayangkan peristiwa ini terjadi, seharusnya tidak seperti ini. Kan semua ada aturan dan tata cara jika mereka akan menangkap atau mengamankan yang di duga sebagai pelaku tindak kejahatan atau tersangkut hukum.

Terkait: Johnny Corne Sesalkan Sikap Arogansi Oknum Petugas Kepolisian

“Semua itu ada aturan mainnya, gak semau-maunya. Harus tunjukkan surat penangkapan kepada tuan rumah. Jadi mereka tau, oh ini yang datang dari anggota kepolisian dari A, B atau C. Jadi si pemilik rumah bisa tahu dan tidak mereka-reka seperti sekarang ini,” jelas Hadi saat melihat langsung ke rumah janda Rotna ini.

Dirinya sangat mengutuk yang kejadian ini membuat istri dan anaknya trauma.

“Anak istri trauma akibat kejadian ini. Kita ini manusia, ya mbok tidak semena-mena terhadap orang lain,” tambahnya.

Diketahui, kejadian perusakan yang diduga dilakukan oleh puluhan orang tidak dikenal dengan menenteng senjata api jenis pistol dan laras panjang yang sempat mengaku sebagai aparat dari kepolisian ini sudah di laporkan ke Polda Lampung pada Kamis (15/11) dengan Surat Tanda Terima Penerimaan Laporan Nomor: STTPL/1729/XI/2018 oleh menantu korban, Toni Saputra (23) yang diterima Kepala SPKT ub. KA SIAGA SPKT III, Kompol Desfan Afrizon.

Sementara, menantu pemilik rumah yang dirusak, Toni Saputra (23) pada Rabu (14/11) sekitar pukul 18.40 WIB menceritakan, tidak lama sepulang dirinya dari sholat Magrib di Masjid “Khairul Amal” tiba-tiba dirinya dikagetkan dengan suara yang cukup keras dari puntu depan dan membuat pintu rusak masuk beberapa pria dengan menenteng senjata jenis pistol dan laras panjang

“Waktu itu mereka bilang kami dari kepolisian, tiarap.. tiarap. Saya langsung tiarap, waktu itu saya lagi nonton tv dengan keponakan istri saya, Fahmi. Saya lihat, empat orang dari depan dan tiga orang dari belakang. Trus dua orang megang tangan saya dan yang satu lagi nginjak leher saya pake kakinya,” ujar ayah dari Maretha yang baru berumur delapan bulan ini.

Hal serupa juga diungkapkan istri Toni Saputra, Yulita (23) pada malam yang membuat dirinya trauma hingga kini. Pada Rabu malam itu, dirinya sedang menyusui putrinya di kamar depan. Karena, mendengar suara yang keras, dirinya bergegas keluar dari kamar. Namun, betapa kagetnya dirinya saat melihat posisi suaminya tertelungkup dengan kedua tangan dibelakang dan lehernya diinjak.

“Saya kaget melihat suami saya dan saya nangis sambil bilang. Salah suami saya apa kok sampe di gituin, trus dijawab sambil jarinya mendorong kening saya ”
Tolol kamu ini, ngapain kamu nangis, bukan laki kamu yang mau saya bawa. Gak lama di ulang lagi dia bilang; Tolol kamu ini ngapain kamu nangis kan ada anak kecil,” ujar Yulita menirukan ucapan salah seorang dari mereka ini.

Ibu anak satu yang baru berusia 8 bulan ini juga menambahkan, kejadian ini begitu singkat dan cepat. Mungkin hanya sekitar 10 menit dan puluhan orang yang di duga petugas kepolisian ini langsung keluar rumah. Saat itu, dirinya menarik tangan salah seorang petugas tadi dan menanyakan pergantian kedua pintunya yang rusak.

“Kejadiannya begitu cepat dan mereka langsung keluar. Pas keluar tangan salah satu orang itu saya pegang sambil saya bilang gimana dengan dua pintu rumah saya yang rusak. Dijawab dengan mereka “Nanti saya ganti,” seraya menirukan ucapan yang diduga dari kepolisian ini. | Hendri

http://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/Pintu1-609x400.jpghttp://www.lampung7news.com/wp-content/uploads/2018/11/Pintu1-150x150.jpgRedaksi 1DesaDPR | DPRDHalo PolisiKepolisianPengaduanPesawaranKades,Kepolisian,Oknum,Pesawaran,Polisi,WargaTELUK PANDAN | Pj. Kepala Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Hadi Jaya Kusuma akan mengganti 2 pintu rumah janda Rotna (52), warga RT. 001, RW. 001 (Serbajaya), Dusun Sebaris yang rusak setelah di dobrak oleh sekitar sepuluhan orang tidak dikenal dengan menenteng senjata api jenis pistol dan laras panjang,...

Tulis1